Ayah Minta Pulsa


Entah darimana ide itu muncul. Satu hal yang bisa saya simpulkan,orang yang memiliki ide itu pasti tahu betul artinya cinta. Pasti paham banget artinya sayang. Cinta kepada suami atau istri. Sayang kepada ayah ibu atau anak. Karena kalau tidak, sangat kecil sekali atau bahkan tidak mungkin tipuannya akan berhasil. Saya tidak tahu persis modus tipuan seperti itu dimulai sejak tahun kapan, yang saya tahu, sepertinya modus itu menuai hasil yang cukup menjanjikan. Terbukti sampai sekarang saya masih mendapatkan sms itu. Yang paling sering konten smsnya adalah : Ma, tolong isiin pulsa bla bla bla. Menggunakan sapaan mama, atau kadang ibu. Menurut saya, sebenarnya target besar mereka adalah wanita. Istri atau ibu. Mungkin hal ini karena wanita lebih cenderung menggunakan perasaannya dibandingkan akal atau logikanya. Jadi seharusnya isi sms mereka lebih banyak menggunakan sapaan papa atau ayah. Huh. Jadi teringat kasus penculikan leo, hihi. Namun baru kali saya mendapatkan sms serupa yang berbunyi : tolong isiin pulsa ayah bla bla bla. Sepertinya peran seorang ayah (laki-laki) mulai diakui disini, agak bangga juga baca sms itu, hehe.

Yah, contoh di atas itu hanya salah satu modusnya, masih banyak modus lain. Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa pemerintah atau pihak yang berwenang belum memiliki sistem yang cukup ampuh sebagai upaya preventif agar modus-modus seperti itu tidak terjadi atau ya minimal bisa berkuranglah. Tulisan ini bukan ingin memaparkan solusinya, hehe. Hanya ingin berbagi pengalaman dari seorang teman yang profesinya sebagai chef di hotel. Usianya lebih muda dari saya, letaknya kamarnya pun tak begitu jauh, hanya sekitar 5m di depan pintu kamar saya. Sebelumnya, yang saya tahu dia mahasiswa sekolah pariwisata di Bandung (dulu namanya enhai kalau tidak salah) yang sedang magang di hotel Sultan Jakarta Pusat. Karena jam kerja nya yang tidak pada umumnya, akhirnya kami jarang bertemu. Baru tadi malam kebetulan kami berdua sedang kosong. Dan terjadilah pembicaraan yang cukup panjang. Tapi ga akan saya ceritain semuanya disini J

Ceritanya, dia pernah magang di hotel Hyatt Istanbul selama 6 bulan. Tentu saja ini menjadi menarik karena Turki merupakan salah satu negara yang ingin saya kunjungi. Dia cerita banyak mulai dari kuliner, budaya, tempat wisata, sampai proses magang nya di hotel tersebut. Hagia Sophia (katanya bacanya haya sofa) termasuk objek yang paling banyak saya tanya. Walaupun sebenarnya saya sudah cukup tau banyak dari novel maupun browsing di google. Bagi yang belum tau, Hagia Sophia merupakan sebuah gereja yang diubah menjadi masjid dan sekarang dijadikan museum. Ohya, dia juga bercerita, ketika sudah 4 bulan magang disana, kebetulan kompetisi kuliner dunia diadakan di Istanbul. Lumayan mahal biaya masuknya $150 atau sekitar satu juta lima ratus rupiah. Tapi setelah itu bebas makan apa saja kuliner dari seluruh dunia. Wah enak ya, pengen deh. Yang membuat saya tercengang adalah, ternyata yang menjadi juara 1 dari kompetisi bergengsi itu adalah Rendang Indonesia. Bahkan tahun sebelumnya (2011), Indonesia juga menjadi juara 1 dengan Gado-Gadonya. Tapi jangan dibayangkan Rendang dan Gado-Gado nya seperti yang dipinggir jalan biasa kita beli, karena salah satu chef yang menjadi timnya aja sekelas om Rudy.

Eh. Kayaknya ada yang salah. Dari Sms penipuan kok bisa sampe kompetisi kuliner dunia, haha. Sebenarnya ini inti ceritanya. Bahwa di Turki itu hanya ada 2 operator seluler. Itupun kita tidak bisa membeli nomornya sembarangan. Harus di kantor polisi. Dengan begitu, segala bentuk kriminalitas yang memanfaatkan jaringan seluler bisa terdeteksi. So, gak akan pernah ada lagi kasus mama minta pulsa atau ayah minta pulsa tengah malam. Yang ada malah si pelaku langsung didatengin polisi intel yang nyamar jadi mama nya, hihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s