Aviophobia


Well, sepertinya saya sudah lama ga berkunjung ke blog sendiri. Akhir-akhir ini disibukkan oleh hal lain yang cukup membuat hati was-was. Tentu saja ini bukan tentang pekerjaan saya, karena memang sekarang lagi santai. Tapi lebih kepada hal lain, dan saya tau persis rasa was-was ini datangnya dari setan. Semoga Allah selalu melindungi dari godaan setan yang terkutuk. Karena merekalah se-nyata-nyata-nya musuh manusia di muka bumi. Oleh karena itu harus ada pahlawan super yang mampu membasmi mereka. Loh? *&$$ jadi ngelantur.

Kali ini hanya ingin sekedar berceloteh yang tidak penting. Bukan tentang perkara di atas, bukan juga tentang bagian ngelanturnya. Tapi tentang Aviophobia, atau bahasa indonesia nya takut terbang. Menurut wikipedia, phobia (from the Greek: φόβος, Phóbos, meaning “fear” or “morbid fear”) is, when used in the context of clinical psychology, a type of anxiety disorder, usually defined as a persistent fear of an object or situation in which the sufferer commits to great lengths in avoiding, typically disproportional to the actual danger posed, often being recognized as irrational.  Singkatnya, phobia merupakan ketakutan yang berlebihan terhadap suatu objek atau situasi. Kalau Aviaphobia berarti ketakutan yang berlebihan ketika berada di dalam pesawat terbang.

Jujur saja saya mengaku bahwa saya sama sekali belum pernah naik pesawat terbang. Ketika ada momen, ntah kenapa selalu berakhir tidak jadi. Hingga sekarang saya belum pernah merasakan terbang di langit sana. Sampai suatu ketika, mama saya curiga kalau saya takut naik pesawat. Bahkan beliau pernah memaksa saya untuk naik pesawat terbang dari lampung menuju jakarta. Tentu saja saya menolak, bukan karena takut. Saya lebih tertarik naik damri jalur darat laut dengan banyak pemandangan daripada naik pesawat yang hanya 10-15 menit dengan ongkos 3 kali lipat dari damri eksekutif. Toh, kalau pun mau merasakan naik pesawat, setidaknya tidak dengan jarak lampung-jakarta. Akan tetapi saya akui juga bahwa saya memang agak takut dengan ketinggian, terutama jika saya bisa melihat langsung bagian yang paling rendah. Apalagi dengan langit terbuka. Misalnya saat kemarin berada di atas deck wellhead platform, berdiri di atas grating berlubang yang belum selesai. Tiba-tiba saja jantung jadi berdegup kencang ditambah badan yang gemetar. Tidak usah jauh-jauh, ketika saya naik jembatan penyebarangan di jalan raya saja (apalagi yang agak tinggi + banyak mobil dengan kecepatan tinggi), kaki menjadi lemas, dan perlu waktu untuk menghirup udara hingga menjadi normal. Lain halnya dengan naik gunung yang relatif kita tidak melihat secara langsung bagian dasarnya.

Nah, pertanyaan nya sekarang, apakah saya mengidap Aviophobia ?? Menurut sumber yang saya baca, seseorang dikatakan mengidap aviophobia berdasarkan intensitas waktu panik saat melakukan penerbangan. Jika rasa panik seseorang hilang kurang lebih selama 10 menit, itu tandanya hanya panik biasa yang berarti orang tersebut tidak mengidap aviophobia. Akan tetapi, jika ketakutan tersebut terus berlanjut hingga lebih dari 10 menit, dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengidap aviophobia. Nah, untuk membuktikan saya mengidap aviophobia atau tidak, maka dibutuhkan perjalanan terbang lebih dari 10 menit. Saya yakin tidak !! Karena saya sudah merasakan naik wahana-wahana yang cetar membahana seperti Tornado, Histeria, Halilintar, Kicir-Kicir di dufan dan Roller Coaster Yamaha, Pendulum Rakasasa di Trans Studio. Tapi… tapi itukan semuanya kurang dari 10 menit !?!

Hahahahaha, saya tidak takut naik pesawat !!!

*dalam hati mah tetep aja deg-degan😦

4 thoughts on “Aviophobia

  1. itu berbeda, perjalanan dengan udara dengan naik macem2 cetar ituh.. Haha..

    itu bisa aja sugesti, tapi bisa juga memang phobia.. Pernah punya trauma nggak? Tapi emang kalau berpesawat itu penglihatan kita terbatas, apalagi kalau duduk di aisle, ga kaya naik bus atau kereta api..

    dan naik pesawat bagusnya kalau lagi fit🙂

  2. Ini teh sri ya ? haha

    saya ga punya trauma kok, naek wahana itu serem juga tau teh. kayaknya lebih serem itu dr pesawat terbang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s