Imajinasi


Saya memang suka dengan anak kecil. Saya suka sekali memperhatikan mereka. Mereka itu fresh, alami, dan merupakan sosok manusia yang sesungguhnya (yg terakhir abaikan). Tidak terkecuali dengan adik saya yang paling kecil. Daffa. Ketika di rumah, saya perhatikan dia sering sekali berbicara sendiri, tiba-tiba berkelahi sendiri, atau berlari berputar-putar, kadang juga lompat-lompat, entah apa yang dia lakukan. Sejenak saya mengenang masa kecil. Hmm., rasa-rasanya saya juga dulu pernah begitu bahkan sampai kelas 5 SD pun masih.

Berkhayal. yups. itulah yang dia lakukan. atau lebih keren disebut berimajinasi. Ketika dia sedang berkelahi sendirian, saya menebaknya dia sedang menjadi ranger merah atau son goku. ketika dia sedang berlari melompat-lompat, saya pastikan dia sedang menjadi naruto. tentu saja itu semua dalam imajinasinya. dan hebatnya, ini bisa dilakukannya kapan pun dan dimanapun. kadang-kadang pernah bilang juga, “mau berkhayal dulu ah..”, tiba-tiba tangannya meniru gaya sasuke menyiapkan chidori. Saya rasa ini berlaku untuk sebagian besar anak laki-laki. karena saya sangat jarang bahkan belum pernah melihat anak perempuan yang bertingkah seperti itu. padahal anak-anak perempuan tetangga, temennya daffa, sering main ke rumah. kalau saya perhatikan, mereka lebih cenderung untuk mencari kawan untuk bermain. kalau tidak ada kawan, mereka akan cenderung diam saja atau pulang ke rumah. sedangkan anak laki-laki, kalau mereka sedang tidak ada kawannya, dunia seolah menjadi miliknya sendiri, bagaikan itachi dengan jurus genjutsu tak terbatas.

dan ternyata, kemampuan berimajinasi anak laki-laki itu tidak hanya sampai umur 5 tahun saja. kemampuan itu akan terus menempel pada dirinya sampai dewasa. perbedaannya adalah hanya pada apa yang diimajinasikan. setiap umur memiliki imajinasi yang berbeda. namun, bisa saja anak yang seumuran memiliki imajinasi yang sama, bahkan bisa mereka gabungkan.

saya masih ingin berbicara tentang anak-anak dulu sebelum saya mengatakan inti dari tulisan ini. saya tidak heran jika ada anak kecil yang mampu menghafal Al Quran di usia 5 tahun, atau adak anak kecil yang mampu menguasai 7 bahasa di usia 8 tahun, atau kemampuan-kemampuan super lainnya. itu semua tergantung lingkungan dan pendidikan yang diberikan orang-orang di sekitarnya. anak yang suka berkhayal menjadi tokoh anime, pasti di rumahnya dia sering nonton anime, atau sering main playstation. nah, kalau di rumah kita dipenuhi dengan nuansa al quran, setiap sudut rumah kita dipenuhi dengan al quran. maksudnya, ayah dan ibu selalu membacakan ayat-ayat suci al quran secara rutin. tempat bermainnya di desain sedemikian rupa sehingga semuanya berhubungan dengan al quran. bahkan ketika makan, tidur, mencuci semuanya dihubungkan dengan al quran. InsyaAllah dunia imajinasi anak itu juga akan dipenuhi dengan al quran. keren kan.

sekarang kita balik lagi. bahwa kemampuan imajinasi anak itu tidak hanya terbatas pada usia balita. artinya orang dewasa pun juga punya kemampuan itu.

kalau kata profesor Sor, kemampuan berimajinasi laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.

tuh kan, percaya ga ? eits, tunggu dulu. siapa pula itu profesor sor ?? kan sudah saya bilang kalau orang dewasa juga bisa berimajinasi. (ngibul ini mah)

sebenarnya itu baru hipotesis saya aja, tapi kayaknya bener deh. yang ahlinya mungkin bisa menambahkan.

tapi memang benar lho. daya khayal atau imajinasi saya sendiri cukup kuat. istilahnya saya bisa membuat dunia saya sendiri. saya yakin setiap laki-laki yang seusia dengan saya juga begitu.

Murobbi saya dulu pernah mengatakan : “hati-hati dengan lintasan pikiran wahai para ikhwan, jaga selalu pandangan antum. terutama kepada lawan jenis. tidak hanya ketika bertemu di jalan. tapi juga di dunia maya atau media cetak sekalipun. contohnya begini, ketika antum sedang naik motor, kemudian tanpa sengaja melihat baligho iklan yang menampilkan tubuh wanita. apa yang antum pikirkan ?? gambar itu akan masuk ke dalam lintasan pikiran kalian, lalu selanjutnya akan dibawa menuju dunia imajinasi kalian. disinilah setan akan berperan. maka berhati-hatilah dengan lintasan pikiran dan jaga pandangan antum semua ikhwah sekalian.”

saya tidak mengerti apakah ini juga akan berlaku bagi seorang akhwat. karena saya belum pernah membaca tulisan tentang hal itu. tapi untuk ikhwan sudah cukup sering. kalau pun ternyata itu berlaku juga untuk akhwat. maka foto-foto saya di dunia maya akan saya cabut. bahaya. hahaha

tapi ini serius. bagi ikhwan akan sangat sulit sekali, saya juga tidak tau kenapa. mungkin kami lebih mudah untuk menjaga dari wanita yang belum menutup auratnya. tapi jujur, dan saya yakin berlaku untuk semua ikhwan (haha), kami lebih sulit menjaga pandangan dari seorang akhwat. maka please banget lah, kita kerja sama nih. untuk foto-foto akhwat yang masih berkeliaran di dunia maya, terutama foto close upnya, di-hide dulu lah demi kemaslahatan bersama. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s