Berpikir Tauhid


Dalam bedah buku di Masjid BI kemarin, ada bagian yang cukup menarik. Tentang berpikir tauhid. Bukan berpikir sambil makan tahu tauhid yang di daarut tauhid ya, hehe.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (TQS Ali Imran 190-191)

Berawal dari ayat di atas, ustadz Bactiar Nasir mengatakan bahwa dalam berpikir tauhid, semua perkataan yang kita ucapkan, semua aktivitas yang kita lakukan, dan semua peristiwa baik atau buruk yang menimpa kita, akan kita kembalikan semuanya kepada Allah. Maksudnya begini, ketika ada seseorang yang menolong kita, jangan mengatakan “terima kasih karena pertolonganmulah aku selamat”, tetapi katakanlah, “terima kasih, dengan rahmat Allah melalui dirimu, aku bisa selamat dari bencana ini”. Atau ketika kita sedang sakit. Janganlah mengeluh apalagi menyalahkan orang lain. Tetapi syukurilah karena dengan sakit itu Allah akan menggugurkan dosa-dosa kita. Bahkan Nabi Ayub ketika sakit, beliau tidak berdoa secara langsung kepada Allah untuk diberikan kesembuhan.

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”  (TQS Al Anbiya 83)

Ya Allah jika dengan sakit ini engkau ridha kepadaku, maka aku pun akan ridha karena sesungguhnya selama ini masa sehat ku lebih panjang dari masa sakit ku, begitu tambah ustadz Nasir.

Atau misalkan ketika kita bisa menyelesaikan tugas dari dosen atau atasan kita, jangan pernah mengatakan “akhirnya saya bisa menyelesaikannya !” tapi kembalikanlah kepada Allah, bahwa tugas itu bisa selesai karena rahmat dari Allah dan iradahnya.

Inilah berpikir tauhid. Kalau bisa kita amalkan dengan sempurna. InsyaAllah hidup kita akan selalu tenang, tidak perlu takut ini takut itu, takut dengan dosen, takut dengan atasan. takut dengan polisi, apalagi takut dengan hantu, karena rasa takut itu kita persembahkan hanya kepada Allah swt.

Banyak orang yang bisa menulis tapi tidak bisa berbicara, banyak orang yang bisa berbicara tapi tidak mengamalkannya, banyak orang yang beramal tapi tidak totalitas, banyak orang yang beramal dengan totalitas tapi tidak ikhlas. Maka pilihlah yang terbaik, beramal lah dengan totalitas dan ikhlas.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s