Hutang Piutang


Siapa yang tau ayat paling panjang di Alquran ? Kalau Al Quran nya sering dibaca pasti tau, apalagi yang frekuensi tilawahnya 1 juz per hari, minimal sebulan sekali pasti membaca ayat ini.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mendiktekannya (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mendiktekan, maka hendaklah walinya mendiktekan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu bosan menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (TQS Al Baqarah 282)

Semua ini berawal dari uang 50 ribu tak bertuan yang menyempil di dompet saya. Memang biasanya ketika saya berhutang, selalu saya catat minimal di hape. Setelah ada uang untuk membayarnya, saya pisahkan. Tapi kenyataannya gak semua hutang saya catat, alias lupa.

Saya berpikir kenapa Allah berfirman tentang hutang piutang sampai sedetail itu. Biasanya kalau ada orang yang menjelaskan sesuatu kepada kita dengan detail, itu berarti yang dia jelaskan sangat penting supaya kita tidak melakukan kesalahan atau lupa. Begitu juga dengan masalah hutang piutang. Ketika proyek di PLTU minggu lalu, ada seorang supervisor operator di sebuah PLTU sedang menjelaskan sedetail mungkin mengenai SOP pengecekan peralatan, semua operator memerhatikan dengan seksama seolah-olah jika tertinggal satu kata saja mereka akan dapat masalah. Nah, sekarang Allah yang menjelaskan kepada kita tentang tata cara hutang piutang sedetail mungkin. Cukupkah hanya dengan sekedar membacanya ? Atau hanya sebatas pengetahuan bagi kita ?

Memang di dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa menurut para ulama, ayat tersebut merupakan bimbingan dan anjuran, bukan kewajiban. namun, apabila dilakukan maka itu lebih utama. yah, walaupun hanya anjuran, kalau saya pribadi prefer untuk lebih berjaga-jaga semampu yang saya bisa, siapa yang bisa jamin kita selalu ingat ? buktinya saya lupa : ada 5orb di dompet yang gak jelas punya siapa. Kalau udah gini kan urusan nya dunia akhirat. setidaknya dicatat dan didiktekan jika sulit mencari saksi. Kalau itu juga susah, lebih baik ditahan dulu. Kalau bisa cash, ya itu lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s