Akhlaq Nabi


Selalu diam.

Berbicara seperlunya.

Bicaranya fasih, ringkas tapi padat.

Hatinya selalu sedih.

Berpikir terus menerus.

Menghargai nikmat sekecil apapun tanpa pernah mencaci.

Tak pernah mencela makanan, bila suka dimakan, bila tidak ditinggalkan.

Tak pernah marah menyangkut urusan dunia.

Marah atau mengekang amarah bukan karena nafsu.

Bila kebenaran dilanggar, tak ada yang mampu mengekang amarah beliau.

Bila marah, beliau memalingkan muka.

Bila senang, beliau memejamkan mata.

Tak pernah berkata kotor, berbuat keji, dan melampaui batas, serta berteriak teriak di pasar.

Tak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, bahkan beliau memaafkan dan berlapang dada.

Tangan beliau tak pernah memukul selain dalam jihad di jalan Allah.

Bila menghadapi dua hal, beliau memilih yang termudah selama tidak berpretensi maksiat.

Di rumah, beliau adalah manusia biasa yang mencuci baju, memerah susu, dan mengerjakan sendiri segala keperluan dirinya.

Di saat duduk atau pun berdiri, beliau senantiasa berzikir.

Raut wajahnya selalu cerah, perangainya dapat ditiru dengan mudah, lemah lembut dan ramah.

Tak pernah berlaku keras dan kasar, berteriak teriak, dan mencela orang.

Tiga hal yang dijauhi : perselisihan, congkak, dan segala yang tidak diperlukan.

Tak pernah mencela dan memaki maki orang.

Tak pernah menuntut kerahasiaan mereka.

Tak pernah berbicara kecuali yang menjanjikan pahala.

Bicaranya memukau siapapun yang mendengarnya.

Bagi yang melihat beliau sepintas, lalu ia akan takut bercampur hormat.

Bagi yang sering bergaul dan telah mengenal baik beliau, ia akan mencintainya tanpa batas.

Memberi tempat kepada orang yang mau duduk, dan tidak menganggap ada yang lebih mulia di antara mereka.

Siapa meminta sesuatu, pasti dipenuhi, atau ditolak dengan tutur kata yang sejuk.

Tangan beliau selalu terbuka bagi siapa saja tanpa pilih kasih.

Dimanapun beliau duduk, disitu terpancar cahaya ilmu, sikap malu dan sabar, serta amanah.

Tak ada yang berani mengangkat suara di hadapan beliau.

Mengakui yang lain lebih utama karena takwanya, yang tua dihormat, yang kecil disayang, yang mempunyai keperluan diprioritaskan, orang asing dijaga dan diperhatikan.

Tidak memotong pembicaraan orang, kalau ingin memotong beliau menyetop atau berdiri.

Paling lapang dada.

Paling tepat logat bicaranya.

Paling halus wataknya.

Paling ramah tata pergaulannya.

Berkata orang yang berusaha menggambarkan beliau, “Tak pernah kulihat orang seperti dia, dulu maupun sekarang.”

Shalawat dan salam semoga abadi mengalir kepada beliau, segenap keluarga dan sahabat beliau. Segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.

(Bilik-Bilik Cinta Muhammad)

 

Ya Allah, betapa jauhnya diriku dengan akhlaq itu T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s