Skenario Kehidupan


Sabtu 11 Desember 2010

Ehm..

Bismillahirahmanirrahim..

Sebelumnya saya minta maaf kepada seluruh penghuni group ini atas keghaiban yang saya lakukan. Sebagai salah satu calon, memang seharusnya frekuensi munculnya saya dan calon lainnya di group ini lebih banyak dari yang lain. Dan tentunya saya punya alasan untuk melakukan itu semua. Dan maaf juga untuk pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Kalau bersedia diposting lagi deh pertanyaanya. InsyaAllah kali ini dijawab.

Harapannya, group ini bisa menjadi wadah bagi kita untuk saling berbagi mimpi dan inspirasi. Menjadi wadah bagi kita untuk menyalurkan aspirasi. Bukan cuma dari calon2 nya aja. Tapi dari semua. Supaya mimpi-mimpi kita bisa dirangkai menjadi satu kesatuan mimpi yang besar. Karena saya yakin, bahwa Allah tidak menciptakan mimpi, kecuali untuk menjadi kenyataan. Tinggal masalah waktunya aja.

Oya, saya bukan termasuk orang yang jago nulis seperti kak aji, kak panji, atau kak ucup. Jadi mohon maaf kalau tulisannya agak gak berbobot dan diksinya pun gak bagus. Karena terus terang saya jarang nulis. Saya juga suka kesulitan menerjemahkan ide-ide saya ke dalam tulisan. Tapi InsyaAllah sedang saya usahakan untuk ditulis juga. Semoga dimudahkan Allah.

Mungkin saya awali dulu dengan perkenalan. (maaf agak panjang, kalo males bacanya, dicopy aja dulu, trus baca di rumah, hehe)

Seperti yang teman-teman ketahui nama lengkap saya Bambang Tressando. Kalo kata ibu saya, Bambang itu artinya laki-laki sejati (haha..setuju mah). Tressando mungkin terdengar seperti nama-nama asal spain gitu ya.. tapi tidak saudara-saudara.. keluarga saya bilang asal muasal kata itu dari nama ibu saya, Theresia Suwarni. Koq bisa ya?? Agak gak nyambung emang, tapi yang penting Bambang nya itu laki-laki sejati, hehe… oya, saya anak pertama dari empat bersaudara, dan semuanya laki-laki. Tapi yang kedua hampir jadi perempuan lho..seriusan, kalo liat fotonya waktu kecil, mungkin orang asing bilang dia perempuan. Cantik lagi..(semoga gak dibaca, hehe). Tapi sekarang udah jadi laki-laki lagi, kalo ada orang asing ketemu, mungkin akan bilang kalau dia itu saya (karena sangat mirip katanya). Dan pastinya sekarang dia lebih garang daripada saya. Oke cukup.

Ibu saya keturunan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan ayah berasal dari Sumatera Selatan. Tapi mereka berdua bertemu di Lampung. Dan lahirlah saya disana. Tepatnya pada tanggal 30 Juni 1990 di sebuah rumah sakit di KotaBumi, Lampung Utara. Kemudian saya dibesarkan di kecamatan Bukit Kemuning, masih Lampung Utara selama 15 tahun. Setelah itu kami sekeluarga pindah ke Bandar Lampung sampai sekarang. Anehnya, sampai detik ini pun, saya masih tidak bisa aktif berbahasa Jawa, Palembang, apalagi Lampung. Wajarlah. Di rumah juga pake bahasa Indonesia. Masa’ mau pake bahasa masing-masing, nggak lahir nanti saya..hehe

Saya yakin ada yang memperhatikan dan mempertanyakan nama Ibu saya di atas. Dan saya yakin sudah ada yang bisa menebaknya. Waktu kecil dulu, jaman-jaman SD lah kira-kira, kami sekeluarga rutin maen ke rumah mbah setiap kira-kira 3 bulan sekali. Di rumah mbah ternyata ada pohon natalnya, ada banyak foto bunda maria, ada juga patung yesusnya di atas pintu, dan pernak-pernik lainnya. Wah, pokoknya campuraduk. Saya malah sempet berpikir kalau agama orang tua saya ada dua. Awal-awalnya nggak terlalu memperhatikan dan emang belum ngerti juga sih. Tapi ya lama-lama akhirnya ngerti juga. Dan memang Ibu saya juga nggak pernah cerita kalau beliau muallaf. Saya pun nggak pernah nanya-nanya, ngikut ajalah. Saya sempet bingung, koq bisa ya ayah saya yang perwatakannya cenderung temperamental dan sekarang-sekarang ini agak sensitive dengan yang namanya gerakan-gerakan islam, bisa menggaet Ibu saya ke dalam islam. ternyata setelah saya tanyakan, Ibu saya masuk islam menjelang pernikahannya. Mungkin waktu masih muda dulu ayah saya sholeh kali ya.. memang hidayah itu hak prerogatifnya Allah. Dan sekarang, anaknya ini entah kenapa bisa ada di GAMAIS, calon kepala lagi. kalau bukan karena  kehendak Allah, mungkin saya lagi jadi calon ketua unit agama lain saat ini..hehe

Sejak kecil saya orangnya pendiam dan pemalu. Sangat pendiam dan pemalu. Apalagi jaman tk-sd. Disuruh maju ke depan kelas aja nangis. Belum disuruh ngomong. Jerit-jerit kali sambil lari (Wah itu mah nggak tau malu ya). Tapi dulu saya jadi andalan juga, andalan buat ngasih contekan maksudnya. Ya’..masa-masa tk-sd saya kira-kira begitu, nggak menarik emang kalo dilanjutin, tapi patut dijadikan pelajaran. Dilanjutin sendiri aja kira-kiranya yah.

 

Masa SMP

Nah, waktu SMP, terjadi perubahan yang lumayan besar, kira 90 derajatlah. Tapi kalo pas kelas 1 nya masih aja kayak SD. Ini berawal di kelas 2, entah pada kerasukan apa orang-orang sampe milih saya jadi ketua OSIS. Padahal semua orang udah tau saya orangnya gimana. Saya inget betul waktu disuruh ngomong di depan siswa satu sekolah pas upacara. Wah, gemeteran setengah mati. Ampunlah. Nggak mau ngingetnya lagi. (mungkin ini awal bentuk tarbiyah dari Allah untuk saya). Semakin kesini, eh ternyata saya malah jadi semakin cerewet. Apalagi pas kelas 3, raja segala raja. Biarpun begitu, prestasi saya masih bisa membanggakan orang tua. Masa-masa SMP ini, saya dikenal sebagai anak yang pendiem(masih aja, kadang2), banyak bicara(aneh kan?), pinter, pemalu tapi ganteng (weks..), sok perhatian, cuek dg sekitar, sok jual mahal (ada cewek cantik nembak, saya tolak, haha), nggak romantis (sampe diputusin pacar, hilang harga diri saya sebagai ketua OSIS waktu itu), jujur bisa dipercaya, egois, dan lain sebagainya, masih jahiliyahlah pokoknya, tapi masih tergolong anak yang baik koq ^^.

 

Masa SMA

Yeah..akhirnya bisa hidup di kota juga. Nggak nyangka bisa keterima di SMAN 9 Bandar Lampung yang katanya favorit nomor 2 di Bandar Lampung. Selama kelas X SMA, saya masih ngekost. Wah, ternyata  anak-anak kota beda ya gaya hidupnya.. sampe-sampe membuat saya jadi orang yang lugu dan kembali jadi pendiam. Tapi itu gak terlalu lama. Saya bisa menyesuaikan diri.

Dan saat itu pun tiba. Saat dimana setiap siswa baru memilih ekskul2 tempatnya bernaung. Bingunglah saya dibuatnya. Soalnya di SMP dulu mana ada yang namanya ekskul. Karena nggak tau harus milih yang mana. Akhirnya saya ngikut temen aja. Ikut ROHIS (Rohani Islam). Awalnya saya nggak tau, ini ekskul tempat berkumpulnya anak-anak ustadz kali, atau tempat kumpulan orang dengerin ceramah kyai muda. Entahlah. Yang jelas saya ikut temen sedaerah aja dulu, yang kebetulan kita ada bertiga. Ternyata dugaan saya salah. Isinya orang-orang aneh. Ada yang badannya gede, tapi sikapnya nggak menunjukkan kalau dia gede. Ada yang banyak omong gk jelas. Ada yang cerdas luar biasa. Ada yang gendut banyak makan. Ada yang sok bergaya preman. Ada yang pecicilan. Tapi ada juga yang gaya bicaranya menirukan ustadz kondang. Hahai. Ada-ada aja teman-teman saya itu. Namun, karena merekalah saya sekarang ada disini. Saat itu kami dikelompokkan jadi geng-geng mentoring. Pada awalnya, kegiatan diisi dengan hal-hal menarik, makan, jalan-jalan, maen bola. Satu kelompok kami jadi sering bersama. Nginep di rumah temen juga udah jadi hal yang biasa. Sehingga ukhuwah kami saat itu bagaikan gunung yang kakinya menjulang jauh ke inti bumi, bahkan badaipun takut melihatnya. (lebai bro)

Di kelompok inilah, saya baru mengenal islam dengan seutuhnya. Ternyata islam itu nggak sekedar sholat dan puasa. Tapi meliputi seluruh aspek kehidupan. Pendidikan, ekonomi, sosial, keamanan,  pertahanan, kesehatan, politik, dan yang lainnya semua ada aturannya dalam islam. Disini jugalah saya mengenal yang namanya tarbiyah dan dakwah. Saya pun akhirnya mengalami proses transformasi yang kedua. Berikrar menjadi seorang da’I sebelum menjadi apapun. Bersumpah akan menegakkan agama Allah dimana pun, kapan pun. Dan berjanji akan selalu memperbaiki diri untuk menjemput kejayaan islam yang hakiki. Dalam satu tahun perubahan ini terjadi.

Di kelas XI, mulailah ada regenerasi kepengurusan ROHIS. Dan lagi, saya salah satu yang ditawarkan jadi ketuanya. Kali ini saya lebih tegas. Bisa menolaknya. dengan sedikit mengancam sih. Karena memang ada orang yang lebih baik daripada saya. Hasil syuro pun memutuskan bahwa teman saya yang dulu kelas X gayanya sok preman tapi sangat cerdas, menjadi ketuanya. Wah, kalo teman saya yang satu ini, perubahannya lebih drastis daripada saya. Salutlah. Tidak beruntungnya saya malah diposisikan sebagai ketua kaderisasi. Maunya sih jadi anak buahnya aja, hehe. Bisa dibilang masa-masa SMA saya merupakan masa-masa keemasan. Terutama dalam hal akademik. Kami bertiga (saya, sang ketua Rohis, dan sahabat satunya lagi yang sekarang di UI) menjadi anak emas sekolah. Kami banyak memenangkan lomba-lomba dan olimpiade. Sehingga citra anak Rohis pun saat itu menjadi sangat baik.

Di masa SMA ini, saya dikenal sebagai anak yang cerdas, sholeh, baik, bisa dipercaya, amanah, egois, pemalu dan pendiam (kenapa dua sifat ini selalu ada ya ?? gak ilang2), kurang percaya diri, cuek dengan sekitar, dan mudah sakit. Sudah nggak jahiliyah lagi dan mulai menjadi bibit pegiat dakwah.

Masa Kuliah

Inilah salah satu impian saya waktu SMP, menjadi mahasiswa ITB. Dulu mimpinya sih pengen jadi professor yang ahli bikin robot pinter. Dasar bocah.

Saya masih ingat dulu sebelum diterima di ITB, saat masih kelas XII, pernah menuliskan “GAMAIS tunggu aku” di blog GAMAIS saat itu. Bukannya nyari info tentang ITB eh malah GAMAIS nya yang dicari. Karena memang waktu itu saya sangat berharap bisa menemukan lagi teman-teman seperti SMA dulu, cara paling gampang ya cari aja Rohis nya ITB. Ketemu. Namanya Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ternyata. Sehingga pada saat OHU ITB, saya nyari-nyari GAMAIS ada dimana. Dan memang sangat gampang menemukannya.

Satu tahun di ITB, prestasi saya biasa-biasa aja. Kaget sih. Ternyata di luar sana ada juga manusia-manusia super cerdas. Masih harus banyak belajar dan jangan malas-malasan. Di GAMAIS sendiri banyak hal yang saya dapatkan, walaupun tidak semuanya sesuai dengan harapan. Saya juga lebih banyak beraktivitas di GAMAIS pusat.

Kajian Islam Terpusat (KIT) 2009

Merupakan salah  satu  tahap kaderisasi GAMAIS di semester 2 dalam bentuk pengkaryaan di kepanitiaan besar. Waktu itu ada KIT (Kajian Islam Terpusat), Training ESQ, dan GP (Gamais Peduli).  Saya pun diamanahkan untuk berperan di KIT sebagai kadiv humasnya. Disini banyak sekali pelajaran dan hikmah yang bisa saya ambil. Beberapa minggu kepanitiaan berjalan, sang ketua terkena demam berdarah. Tanpa belas kasih iapun menunjuk saya untuk menggantikannya sementara. Terlalu. Dari sinilah perhelatan jiwa dan raga saya dimulai. Mulai dari ketemu kadiv acara yang all out dan blak-blakan (hampir gila dia, hehe) sampe ketemu korwatnya yang begitu aneh bin ajaib. Saya pun tidak kalahnya dengan mereka sampai semua divisi dibawah kontrol dan pengawasan saya. Lemahlah saya kemudian tak berdaya hingga akhirnya ketua baru pun dipilih menggantikan sang ketua yang masih sakit. Sehingga saya bisa kembali fokus di divisi sendiri. Menjelang hari-H kepanikan semakin menjadi-jadi. Apalagi divisi logistik. Karena dana yang tersedia tidak mencukupi. Namun Allah tidak tinggal diam, dengan kehendakNya, kami pun mendapat bantuan pinjaman. Hutang dong. Memang. Tapi segera tertutupi  setelah semua tiket terjual. Bahkan kami surplus 500rb dari yang tadinya berhutang 15 juta.

Ingatlah bahwa dalam berdakwah kita sedang berjual beli dengan Allah, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan itu adalah sebaik-baik jual beli. Jika kita yakin akan kuasaNya, maka tunggulah saat pertolongan itu datang.

 

Tasyakuran Akbar, PMBR 2009

Tepat di awal masuk semester 3 dan awal bulan ramadhan. Saya kembali diamanahkan menjadi ketua acara Tasyakuran Akbar. Memang tidak sehectic KIT, namun tantangannya adalah waktu liburan menjadi tidak nyaman. Kepanitiaan dimulai sejak sebelum liburan semester 2. Alokasi SDM yang ada ternyata tidak mencukupi. Sehingga saya harus mencarinya sendiri. Walaupun agak tersendat pada hari-H, Alhamdulillah secara keseluruhan acara berjalan lancar dengan mendatangkan Salim A. Fillah dan Nasyid Gradasi. Sehingga menjadikan acara pembuka PMBR meriah dan mampu menarik massa kampus. Walaupun saya nggak tau uangnya muncul dari mana, tiba-tiba ada aja dari dompet kak Agung, hehe. Mungkin ini merupakan salah satu bentuk tarbiyah dari Allah yang berupa kemudahan.

Ketahuilah bahwa jalan dakwah ini penuh onak dan duri. Hanya kesabaran, keikhlasan, dan keyakinanlah yang bisa membawa kita berjalan di atasnya.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku). Maka pasti azab-Ku sangat berat. (TQS Ibrahim ayat 7)

 

 

Magang dan Menjadi Staff di MSDA G2010

Lagi, saya berkecimpung di dunia kaderisasi. Di salah satu departemen yang katanya paling berat di GAMAIS, Departemen Manajemen Sumber daya Anggota. Subhanallah, sebagian besar prokernya rutin semua, belum lagi yang insidental. Benar-benar jadi tempat membina dan dibina yang baik. Ternyata mengkader mahasiswa itu jauh lebih sulit daripada mengkader siswa. Mungkin karena pola pikir dan cara pandangnya sudah jauh berbeda, lebih bebas dan tidak terarah. Belum lagi ada mahasiswa yang sudah merasa menjadi ‘dewa’, yang ini lebih sulit lagi. Dari sini saya bisa lebih melihat kekuasaan sang Khaliq terhadap ciptaanNya. Begitu manusia ini beraneka ragam dengan sifat dan karakternya masing-masing. Sungguh rasulullah adalah teladan terbaik baik kita. Beliau berbicara dengan logat dan bahasa yang disesuaikan dengan kaumnya. Beliau juga menjawab pertanyaan amalan terbaik dengan berbagai macam jawaban tegantung situasi dan kondisi si penanya. Dan masih banyak contoh lainnya.

Jadikanlah setiap desakan nafas yang mengawal gerakmu hanya untuk menggapai ridhoNya, maka saksikanlah, buah paling manis sejagat raya ‘iman dan taqwa’ akan berada dalam genggamanmu.

OASIS 2010

Bersama-sama berubah, bersama-sama mengubah. Satu tagline yang sarat makna. Mudah dikata, tapi sulit diperbuat. 1034 orang mendaftar menjadi kader mula GAMAIS. Amanah yang teramat berat bagi teman-teman MSDA. Apalagi amanah ketua itu jatuh di tangan saya. Tapi saya yakin ini juga salah satu bentuk tarbiyah dari Allah. Subhanallah, Total kader muda 2010 terupdate sekarang ada 324 orang. Ini merupakan rekor terbanyak sepanjang sejarah GAMAIS. Apakah ini hanya akan menjadi buih belaka ?? menjadi tanggung jawab dan kewajiban kita semua untuk saling menjaga, mengingatkan, dan menasihati agar ukhuwah islamiyah bisa terwujud.

Jangan pernah mengeluh. Berikanlah yang terbaik. Karena Allah selalu memberikan yang terbaik.

Saat ini

Berikut ini hasil survey saya kepada teman2 secara random tentang kekurangan dan saran untuk saya.

Mungkin lebh baik kalo lbh visioner, truz lbh tegas , tuz lebih teguh dalam mengambil sikap…

Kalo SMA dulu sprtinya kurang bersosialisasi  dg tmn2. Trlalu sibuk sndiri. Ttp jaga tarbiyah aja.jaga kesehatan (kalo gk salah dulu sering flue), jaga komunikasi yang baik dg lingkungan.

Garing, kurang inklusif(mngkin). Untuk selanjutnya jangn garing, lebih inklusif Bem..

Terlalu datar (kurang inovatif, kurang” menggebrak”), kurang kharismatik dalam menggerakkan massa..

semoga antum bsa lebih baik. Ttp istiqomah di jalan dakwah. Berbaur dg yg laen tp jngn smpe melebur..

Menurut gw lo tipe pemimpin yg bisa diandalkan, hanya saja perlu lebih inklusif. Anggaplah memang lo mjd kepala Gamais ya, lo bukan hanya mjd pemimpin pejabat Gamais, tp rakyat Gamais satu ITB. Mulai suka ikut forum, aktif forsil, dan mulai skrng sdh mulai pnting menambah networking antar lembaga.. how you present yourself is how others will value you..

Bambang itu bagus determinasinya dan dia juga hanif. Kalau kmu jd pemimpin, maka saya tebak tipe kepemimpinan yg ada pd kamu itu kepemimpinan operasional. Bakal menjalankan apayg ada aja. Inovasi2 dan pemikiran yg out of the box jrng keluar. Mimpi2 luar biasa, itu yg belum kulihat dr Bambang. Tp Bambang tu beres kerjanya. Kamu kaya masih di satu zona aja, belum beragam, pdhal kulihat dg kelurusanmu, kmu bsa ttp bertahan di lingkunganyg gk ideal. Tp kmu blm cb utk melakukannya.

Terlalu cuek dg lingkungan sekitar. Jd trkadang suka gak tau dg perubahan di lingkungan. Kalo ditanay jarang nanya balik. Jd trkadang kalo mw nanya agk  gk enak, sdkt kurang ramah sii sbnrnya. Jangan terlalu cuek. Rajin2 nyapa orang donk. Tp secara keseluruhan bambang tmn yg baik dan selalu pegang prinsipnya..

Semangat bang ! maneh super pisan..

Kekurangan kamu sering meremehkan orang lain..

Perfect bem, heu..

Mungkin lebih peduli social aja bang..

Lebih tegas bos.. jangan terlalu plegmatis di syuro..

Kekurangan : masih jomblo. Saran : nikahlah..

Lu udh mantap bang, cuman gw jg kurang ngerti lu kek gmna orangnya, orng kita gak deket.. tp yg pasti gw nitip satu “jngan sampai perubahan menuju kebaikan itu hanya skedar jd wacana”..

Terlalu manis, lebih garangin aja…

Kurang kritis, terlalu nurut. Sebaiknya diperbaiki.

Kayaknya antum keliatan stress pas lagi mengemban amanah2. Kalo dirasa amanah yg diemban brlebihan, jngn ragu buat cerita ke sang pemberi amanah..

Mungkin kurang mau berbagi ilmu kali ya bang..

Cobalah untuk lebih merakyat, merakyat disini tdk melulu bergaul dg orng2 sholeh, tp bergaul dg orang2 sosialis sekalipun, spy kita mengerti sudut berpikir mereka. Sering2lah dihimpunan agr mengerti budaya.. sy tdk ingin ada pndapat dr orang di’luar’ kita kalo Gamais itu eksklusif. Giatkan dakwah fardiyah pd orng2 nonmuslim sekalipun.

Kalo diliat dilingkup TI, mngkin kmu kurang bergaul dg seluruh elemen, saran dr saya, kalo dr BBU, kmu pemimpin yg menyenangkan, tp menurut sy skali2 gpp ko kalo kmu bersikap lbh tegas, jngan panikan, n lbh membaur di komunitas kmu berada..

Menurut sy sampeyan terlalu nurut sm atasa. Kurang bsa merangkul yg lain. Kurang tegas. Saran : open mind bro..

Mulailah berpikir dg otak kanan..

Saran saja ya. Dlu ketika rasul dilempar batu pd awal dakwahnya, beliau ttp tersenyum dan tak patah arang. Semoga dg mengikuti sunnatullah kita  diberi hikmah ..

Harus lebih sabar Bem..kadang2 agk temperamental dan riweh sendiri…

Paling sarannya lebih sering maen ke Ubala aja…

Saran awak mngkin tunjukin semangat dan optimism di depan yg lain biar kita2 jg bs bersemnagat walaupun banyak kendala yg menghadang..

Bismillah..kurang tegas, tlalu plegmatis, suka pake kata “e” sblm ngomong(kyk gk pntng ya/ tp ini pntng tau bwt psikologi komunikasi), suka keliatan nanggung beban sndiri pdhl hrusny bsa dibagi2. Saran : be yourself aja lah, jangan mau terlalu didikte. Percaya sm kemampuan diri sndiri, bnyak orng yg berharap sm antum, kalaupun harapan mereka tmpak terlalu berlebihan berarti itu tantangan yg harus dpenuhi.

Bambang sering mengeluh, menyalahkan keadaa/ orang lain. Tp bambang mampu bekerja dg baik..

Mungkin lebih positive thinking lagi..

Kurang tegas dlm memimpin rapat, kurang berani dlm mengambil keputusan, blm terlihat wibawa sbgai pemimpin. Saran : lebh tegas, berani, dan pnya arahan yg jelas. Lebih menokoh berhubuing nnt akan jd pengurus G pusat.

Panikan, karakter kamu kurang kuat deh. Perbaiki aja kekurangan..

Sifat kerja sama masih kurang. Jangan cpt putus asa dan tingkatkan lagi kerja sama nya..

Kurang ramah..

Supaya jd lebih baik, banyak2 baca buku, bca shirah..

Mungkin kadang suka ragu2, kdng pesimis. Jangan nyerah sblm bertanding Bang !

Sarannya lebih inklusif lagi, berbaur dg teman nonGamais terutama yg di prodi, lbh tegas lagi dan makan yg bnyak (tp jngn berlebihan juga)..

Ttp gigih dlm mmperjuangkan impian kamu, InsyaAllah suatu saat jalan kamu dimudahkan..

Mungkin kmu perlu nambah wawasan aja bang dg perbanyak lg baca buku atau mendengar pengalaman orng lain..

Antum selalu jadi andalan (atau bully-an ? Gtau, sy rasa andalan) angkatan kita. Mulai dr pergantian ketua angkatan smpai pemilihan G1, nama antum tdk prnah absen.dan dry g sudah2, sy lihat banyak yg antum terima. Mngkin sbagianantum (usahain) tolak. Jd menurut sy antum harus bsa mendorong yg lain agar bisa aktif dan berintegritas. Antum harus cermat melihat kelebihan tmn2 lain, kemudian mengeksposnya. Meyakinkan kalau mereka mampu. Kasarnya kader pribadi antum lah. Supaya antum gak harus menerima banyak amanah.nah, untuk itu antum harus kuasai DF dan skill leadership tinggi. Supaya pandai ‘merayu’. Hal ini juga saya sarankan utk diaplikasikan ke ammah dan dimanapun. Jd gak ke bocah aja..

Mungkin saya termasuk salah satu dari sekian orang yang mengalami kaderisasi ideal di GAMAIS. Mulai dari OASIS, Pembinaan, Pengkaryaan KIT, Tasyakuran akbar, magang, staff, dan sampai sekarang menjadi salah satu calon kepala GAMAIS 2011. Kalau dilihat dari perjalanan hidup saya sejak kecil sampai sekarang ini, seperti menjalani tahapan-tahapan kaderisasi terindah dari Sang Pencipta Skenario Kehidupan. Suatu hal yang patut untuk disyukuri. Karena hingga detik ini pun Allah masih memberikan keteguhan hati untuk tetap istiqomah di jalan dakwah ini. Semoga Allah selalu mengokohkan hati ini hingga berjumpa di jannahNya. Amin.

Sangat berat memang menerima amanah ini. Bahkan sampai hearing terakhir pun masih ada keraguan di dalam hati saya untuk mengembannya. Dengan pertimbangan kapasitas saya sekarang. Jujur saya sangat takut. Takut tidak bisa menjalankan amanah itu dengan baik. Takut tidak bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah nanti. Bayangkan saja, menjadi pemimpin itu seperti berada di antara surga dan neraka. Kaki kanan di surga, kaki kiri di neraka. Takut kepeleset. Mending kalau kepelesetnya ke surga. Lha kalau ke neraka.

Menjadi pemimpin itu adalah seburuk-buruk perkara. Menjadi pemimpin juga adalah sebaik-baik perkara. Bagi yang mengambilnya sesuai dengan hak-haknya. Kepemimpinan itu juga awalnya adalah celaan, keduanya adalah penyesalan, dan ketiganya adalah siksa pada hari kiamat, kecuali bagi pemimpin yang berlaku adil. Begitu kata Rasulullah.

Mengerikan kan jadi pemimpin??  Tidak saudara-saudara. Pemimpin yang adil itu mendapat jaminan istimewa dari Allah swt. Hadits sahih riwayat Imam Bukhari menyebutkan, ada tujuh jenis manusia yang akan mendapat naungan keteduhan dari Allah SWT pada saat menempuh padang masyar kelak, yang panasnya tak terperikan. Yang pertama kali mendapat kehormatan tertinggi itu adalah imamun ’adilun, pemimpin yang adil. Baru enam jenis yang lainnya.

Saya selalu beralasan kalau saya tidak mampu dan tidak punya kapasitas sebagai pemimpin. Tapi Alhamdulillah, Kak aji mengingatkan, dari murobbinya. “Sombong kalau antum bicara seperti itu”. Ya, sombong karena telah merendahkan Allah atas kuasanya terhadap diri kita. Sombong karena telah menghinakan dan meragukan kapasitas ciptaanNya. Siapa sih kita ? Seenaknya aja menilai ciptaanNya yang seluruh makhluk pun diperintahkan Allah untuk sujud kepadanya.

Heu..

Baiklah. Mulai sekarang saya (dan calon lainnya juga saya harap) akan lebih serius. Bukan hanya calon seharusnya. Tapi semuanya. Semua Kader GAMAIS. Persiapkan masing-masing diri sebaik mungkin, karena mau tidak mau, suka tidak suka, amanah itu pasti akan datang.

Ya Allah mudahkanlah kami, tunjukkkanlah jalanMu ya Allah.

Ayo kita berubah dan mengubah. Berjalan, berlari, dan melompat lebih tinggi. ^^

Road to SuperGreat Gamais 2011

 

6 thoughts on “Skenario Kehidupan

  1. Wah.. Adik kecil ku, yang pernah menanyakan “teteh kemana aja sih?”, sekarang sudah dewasa (menuju kedewasaan hehe). Amanah yang kau emban saat ini mungkin adalah hadiah terindah dariNya. Teteh senang sekaligus terharu (* kenapa nangis yha bacanya) tapi juga sangat bangga denganmu dek. Ya walaupun dirimu sedikit panikan, childish, kurang tegas, dan lain-lain. Tapi itu semua akan berubah seiring berjalannya waktu. Fighting my little brother ! Karena kau takkan pernah sendiri, Ia selalu bersama dengan dirimu.. Everyone has their own character, and of course you do too. Then be nice leader,,

  2. padahal ini tulisan lama ya, tapi baru baca sekarang, hehe.. keren lah. ternyata kak bambang jago ngelawak juga ya, sampe nahan ketawa mati-matian baca cerita yang waktu kecil, hahaha ^^;

    masih beberapa bulan lagi jadi kepala gamais. lakukan yang terbaik!

    semangaat..! ^^/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s