Ringkasan Materi TFT PMB 2010


21 Juli 2010

Sesi pertama dan kedua diisi oleh Ibu Melia, beliau dosen di TK (Teknik Kimia) ITB. Ternyata banyak juga ya dosen ITB yang jadi trainer. Dari yang beliau sampaikan, hanya beberapa hal saja yang saya ingat.

  1. Setiap trainer disini harus memiliki IPK yang tinggi. Apa itu IPK ?? tenang2, bukan indeks prestasi kumulatif koq, tapi Integritas, Prestasi, dan Komitmen.
  2. Beliau juga memberikan tips ke kami untuk punya banyak teman. Bagaimana caranya ?? dengan 3S, senyum, salam, dan sapa. Kalo AA Gym ada lima ya ditambah dengan sopan dan santun. Kenapa kita harus punya banyak teman ?? karena 70% waktu kita digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain. Dan mayoritas orang gagal dalam kuliah diakibatkan oleh masalah hubungan tersebut.
  3. Beliau juga menyampaikan perbedaan2 antara siswa dan mahasiswa. Mahasiswa itu merupakan insane akademis yang bisa mengembangkan dirinya menjadi masyarakat berkualitas berdasarkan kebenaran ilmiah dan moralitas. Ini yang tertulis di salah satu slide Ibu  Melia.
  4. EQ = Kemampuan menggabungkan secara sadar, pikiran, perasaan, dan tindakan untuk bersahabat dengan diri sendiri dan orang lain. (sampe sekarang juga masih inget soalnya dihafal pake gerakan, coba kalo al-quran dihafalnya kayak gini ya)
  5. 5 kerangka EI : kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi menjadi istimewa, kepekaan terhadap orang lain, dan keterampilan sosial.
  6. Selain itu beliau juga menyampaikan  4 gaya kepribadian, kalo di tulisan saya yang dulu2 sekali, namanya pola kepribadian. Itu yang koleris, melankolis, plegmatis, dan sanguine. Tapi sekarang istilahnya beda lagi, koleris = dominant, melankolis = complient, plegmatis = steady, dan sanguine = influencer. Penjelasannya kira-kira sama dengan tulisan di blog saya, Cuma pendekatan dan aplikasinya aja yang agak lebih detail. Misalnya kalo kita itu tipe sanguine atau influencer, cocok jadi presenter, penyiar, sales, selebritis, dll.

Kemudian sesi ketiga jam 16.00-17.15 diisi oleh pak wayan dosen FTMD ITB yang nggak suka dengan Undicipliner. Di awal, beliau memulai dengan memberikan perintah kepada kami untuk menyelam ke dasar laut alias relaksasi dengan memejamkan mata selama beberapa menit. Pak wayan focus pada bagian pengendalian diri untuk sesi ini, diantaranya tentang bagaimana berpikir konsekuensi, konsekuensi pola emosi, evaluasi keadaan, cara-cara mengendalikan emosi, dan cara-cara mengambil keputusan. Ada yang menarik dari kata-kata beliau, yaitu membagi orang dalam 4 kategori.

  1. Orang yang tahu kalau dia tahu
  2. Orang yang tahu kalau dia tidak tahu
  3. Orang yang tidak tahu kalau kalu dia tahu
  4. Orang yang tidak tahu kalau dia tidak tahu

22 Juli 2010

Sesi pertama diisi oleh Pak Wayan, beliau menyampaikan tentang kerangka EI yang ketiga, yaitu motivasi menjadi istimewa. Seperti biasanya beliau memulainya dengan melakukan relaksasi memejamkan mata selama kira-kira 10-15 menit agar pikiran lebih jernih. Beliau memulai materi dengan memutarkan video Terry Fator “the million dollar voice”. Di dalam video tersebut Nampak Terry sedang memainkan sebuah boneka dengan bernyanyi tanpa mimik sehingga seolah-olah boneka itu yang bernyanyi. Untuk menjadi yang istimewa, seseorang harus mengenali terlebih dahulu potensi besar yang dikaruniakan Allah kepadanya. Diantaranya adalah otak kita. Otak kita terdiri dari bagian otak sadar dan otak bawah sadar. Otak sadar memiliki kapasitas hanya 12%, akan tetapi ia mampu mengingat 9 hal secara parallel. Sedangkan otak bawah sadar memiliki kapasitas 88% dengan ciri-ciri tidak dapat membedakan antara nyata dan tidak nyata, dulu atau sekarang. Otak kita juga mempunyai 4 gelombang elektromagnetik dasar, yaitu :

  1. Beta, aktif ketika kita sedang bekerja. Frekuensinya 13-28 Hz
  2. Alfa, aktif ketika kita sedang santai.  Frekuensinya 7-13 Hz
  3. Teta, aktif ketika kita sedang kreatif. Frekuensinya 3.5-7 Hz
  4. Delta, aktif ketika kita sedang tidur. Frekuensinya dibawah 3.5 Hz

Selanjutnya dalam menjadi yang istimewa adalah dengan membangun motivasi intrinsik. Berikut tips untuk memperkuat cita-cita.

  1. Visualisasikan, bayangkan seperti apa kita nanti, ada dimana kita, bangaimana kita, bayangkan sedetail-detailnya.
  2. Tuliskan, tuliskan semua yang kita bayangkan tadi, baik dalam bentuk narasi maupun deskripsi.
  3. Ceritakan, sampaikan kepada teman-teman kita tentang apa yang kita cita-citakan.
  4. Deklarasikan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

Setelah membangun motivasi intrinsik, langkah selanjutnya adalah menanamkan motivasi tersebut kepada diri sendiri dan orang lain serta selalu berpikir optimis.

Sesi kedua diisi oleh Ibu Irma dosen FSRD ITB. Beliau menyampaikan tentang kepekaan terhadap orang lain dan keterampilan social. Salah satu kata yang sangat saya ingat pada sesi ini adalah empati. Berikut lima langkah cara berempati. 1) bahasa tubuh, 2) mendengarkan, 3) menemukan sumber masalah, 4) respon verbal, 5) respon tindakan.

Sesi ketiga diisi oleh Kang Arfi. Pada sesi ini dibahas bagaimana cara menyampaikan materi dan public speaking. Ada tips-tips menarik dalam berbicara.

  1. Mind reading, dengan melihat bahasa tubuh.
  2. Tag Question, memberikan pertanyaan atau pernyataan yang tidak memerlukan jawaban atau dengan kata lain memaksakannya untuk menerima. Misalnya, Baguskan ? Iya kan ? dll.
  3. Double Bind, memberikan pertanyaan atau tawaran yang bisa dijawab dengan 2 pilihan, yaitu ya dan ya. Contoh, kamu mau maju sekarang atau setelah dia ? artinya apapun yang dia pilih, tetep maju juga kan.
  4. Metaphor, menjelaskan dengan perumpamaan agar mudah diingat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s