Motivasi Menjadi Trainer


Mahasiswa merupakan salah satu tonggak berkembangnya suatu Bangsa. Terlebih lagi mahasiswa ITB yang konon katanya sudah banyak melahirkan generasi-generasi pemimpin Bangsa ini. Baik pemimpin yang telah membawa kebaikan bagi Negeri ini maupun juga kehancuran. Menjadi sebuah pilihan bagi mahasiswa apakah nantinya ia seorang “pembawa kebaikan” atau “pembawa kehancuran” bagi Negeri tercinta ini. Dan pilihan itu akan bergantung pada bagaimana mahasiswa tersebut menghadapi, menyikapi, dan mengatasi sebuah perubahan. Jika ia menghadapinya dengan sikap positif, maka tidak diragukan lagi, dengan izin Allah tentunya, ia akan menjadi sang “pembawa kebaikan” untuk bangsa. Sebaliknya jika ia menghadapinya dengan sikap negatif, maka tunggulah, karena suatu saat ia akan membawa kehancuran untuk bangsa ini. Oleh karena itu di awal saya katakan bahwa mahasiswa merupakan tonggak berkembangnya suatu bangsa, bahkan lebih dari itu. Karena mereka adalah kunci sebuah peradaban.

Mengutip perkataan DR. A’idh Al Qarni, “Generasi muda adalah cadangan-cadangan iman dan ‘kekayaan’ yang melimpah. Namun mereka membutuhkan orang yang datang untuk menyeru dan mengingatkannya, menyingkap tabir kegelapannya darinya, dan menggosok karat yang melekat padanya. Sehingga ia akan kembali bersih, suci, dan kuat atas izin Allah”. Begitulah generasi muda, mereka memiliki kekuatan yang besar namun tersembunyi jauh di dalam diri mereka sehingga membutuhkan orang lain yang bisa menyeru dan memanggil kekuatan itu. Mungkin disinilah peran seorang trainer. Ibarat jurus pemanggil monster kuchiyose no jutsu dalam serial TV Naruto, seorang trainer juga membutuhkan jurus-jurus tertentu untuk membangkitkan ‘monster’ itu. Salah satunya adalah memberikan motivasi secara langsung kepada generasi muda yang dalam hal ini adalah Mahasiswa Baru ITB 2010.

Momen ini merupakan sebuah kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin berkontribusi nyata kepada bangsa kita yang sedang krisis keteladanan ini. Walaupun efeknya tidak dapat dirasakan secara langsung. Bayangkan saja jika 20 atau 30 tahun mendatang mahasiswa-mahasiswa baru tersebut telah menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pengusaha-pengusaha sukses, atau bahkan tokoh-tokoh dunia yang selalu membawa kebaikan. Secara otomatis trainer-trainer yang pernah memberikan motivasi kepada mereka akan kecipratan pahalanya juga. Selain itu, menjadi trainer juga merupakan sebuah proses pembelajaran untuk membangkitkan ‘monster’ yang ada dalam diri kita sendiri, karena sesungguhnya kita juga termasuk dalam golongan generasi muda. Paling tidak dengan menjadi seorang trainer kita bisa membangkitkan satu ‘monster’ dengan kekuatan besar yang bisa memanggil ‘monster-monster’ lainnya untuk siap menjadi sang ‘pembawa kebaikan’ yang berperan dan menjadi saksi lahirnya Indonesia Madani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s