Lanjutan Cerita Dari Blognya Albed…Part 2


14 jam 25 menit setelah perjalanan….

Fajar telah datang, tepat pukul 4.16 aku terbangun, “Alhamdulillaahiladzii Ahyaanaa ba’damaa amaatana wa ilaihinnusyur”, Segera kuminum Sebotol air putih dan dua kapsul habbatusauda, Semoga sahur ini membawa berkah, gumamku. Masjid depan rumah pun mengumandangkan adzan shubuhnya.

Sepulang dari masjid, kusempatkan untuk tilawah 2 lembar. Entah kenapa, mata ini rasanya masih mengantuk, akhirnya akupun tidur lagi (wah bahaya ini, jangan sampe jadi kebiasaan). Kring..kring, lagi-lagi si Samsung berdering, nyesel juga pake nada jam weker, kulihat jam terlebih dahulu, rupanya sudah 2 jam aku tertidur. “Assalmualaikum, Bang Di rumah lagi nggak ada orang, om nggak bisa nganter motornya, Bambang kesini aja ya”, kata om. Dengan nada normalnya orang bangun tidur, akupun menjawab, “Iya om, InsyaAllah pagi ini Bambang kesana”.  Yah..Bodohnya Aku, mau pake apa kesana Bambang?? angkotlah, nggak mungkin kan ngajak Albed lagi. Petualangan hari kedua pun dimulai…

Sejujurnya perjalanan kali ini sepertinya tidak ada hambatan, firasatku memang mengatakan demikian. Tepat pukul 7.35 WIB aku berangkat, jalan kaki menuju simpang dago memang sungguh menyenangkan, hitung-hitung sambil olahraga. Ternyata memang benar, perjalanan kali tidak ada kejadian-kejadian aneh seperti hari sebelumnya. Angkot Stasiun-Dago, Stasiun-Cimahi, Cimindi-Cipatik, Cipatik-Cililin, ke empat angkot itu kunaiki satu per satu tanpa hambatan. Akhirnya pukul 9.00 tiba juga di rumah om, benar-benar diluar dugaan dan ironi sekali dengan hari sebelumnya yang menggunakan motor. Kulihat disana Honda supra X 125D sedang di parkir di halaman depan rumah om Ku, dalam hati, kayaknya ini motornya, dan…. Bingo! benar itu motornya. Walaupun second, motor ini masih berfungsi koq, karena memang umurnya baru 3 tahun (udah tua kali.., nggak juga sih, haha..).

 

 

Wah, susah juga ya dapetin motor ini kalo dipikir-pikir, di perjalanan Aku tertawa sendiri. Perasaan senang, lucu, geli, sebel, kesel, dan bahagia campur aduk jadi satu kayak gado-gado yang dimakan bareng Offu tadi malem. Haha.. Semoga cerita ini ada hikmahnya. Inilah yang namanya Bingkai Kehidupan.

 “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS Al Insyirah 5 dan 6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s